<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: EWA, Mengubah Rasa Takut Menjadi Semangat</title>
	<atom:link href="http://evolia.wordpress.com/2008/02/11/ewa-mengubah-rasa-takut-menjadi-semangat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://evolia.wordpress.com/2008/02/11/ewa-mengubah-rasa-takut-menjadi-semangat/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Oct 2009 09:03:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: nenkjuly</title>
		<link>http://evolia.wordpress.com/2008/02/11/ewa-mengubah-rasa-takut-menjadi-semangat/#comment-575</link>
		<dc:creator>nenkjuly</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 06:18:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://evolia.wordpress.com/2008/02/11/112/#comment-575</guid>
		<description>saya beruntung sekali, bisa menemukan sebuah postingan yang membuat saya termotivasi untuk terus menulis dan menulis. baru tahap belajar ...:)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya beruntung sekali, bisa menemukan sebuah postingan yang membuat saya termotivasi untuk terus menulis dan menulis. baru tahap belajar &#8230;:)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: taufik79</title>
		<link>http://evolia.wordpress.com/2008/02/11/ewa-mengubah-rasa-takut-menjadi-semangat/#comment-519</link>
		<dc:creator>taufik79</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Mar 2008 01:43:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://evolia.wordpress.com/2008/02/11/112/#comment-519</guid>
		<description>kunjungan lagi nih, tlong comment mba di blog saya, taufik79.wordpress.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kunjungan lagi nih, tlong comment mba di blog saya, taufik79.wordpress.com</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: unai</title>
		<link>http://evolia.wordpress.com/2008/02/11/ewa-mengubah-rasa-takut-menjadi-semangat/#comment-506</link>
		<dc:creator>unai</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Feb 2008 01:15:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://evolia.wordpress.com/2008/02/11/112/#comment-506</guid>
		<description>@Taufik: tak apa salah copas...:), saya senang, jadi sering mampir kemari :)

@Budi:Yaaa...sukses selalu Pak EWA yahhh</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Taufik: tak apa salah copas&#8230;:), saya senang, jadi sering mampir kemari <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>@Budi:Yaaa&#8230;sukses selalu Pak EWA yahhh</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Budi</title>
		<link>http://evolia.wordpress.com/2008/02/11/ewa-mengubah-rasa-takut-menjadi-semangat/#comment-504</link>
		<dc:creator>Budi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Feb 2008 13:17:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://evolia.wordpress.com/2008/02/11/112/#comment-504</guid>
		<description>ada rasa bangga, haru, bahkan kaget yang luar biasa ternyata temen tempat curhat selama ini begitu banyak telah menulis. Memang jika direnung dalam apa yang dikatakan Ewa memang benar dan sangat bagus.Banyak ilmu yang kita dapet dari buku Ewa ini.Okey .. saya akan abaikan semua aturan yang begitu menjlemet selama ini. Ulun setuju dengan cara Uda Ewa.Namun sabarlah dulu Uda,tidak akan lama lagi.... Trims ya Uda Ewa, Uda begitu banyak telah membimbing Ulun selama ini. Pokoknya maju terus Uda Ewa kita dobrak semua ketakutan yang memasung &amp; membelenggu kita semua dari ketiadaberdayaan..... Sukses Uda Ewa.Salam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ada rasa bangga, haru, bahkan kaget yang luar biasa ternyata temen tempat curhat selama ini begitu banyak telah menulis. Memang jika direnung dalam apa yang dikatakan Ewa memang benar dan sangat bagus.Banyak ilmu yang kita dapet dari buku Ewa ini.Okey .. saya akan abaikan semua aturan yang begitu menjlemet selama ini. Ulun setuju dengan cara Uda Ewa.Namun sabarlah dulu Uda,tidak akan lama lagi&#8230;. Trims ya Uda Ewa, Uda begitu banyak telah membimbing Ulun selama ini. Pokoknya maju terus Uda Ewa kita dobrak semua ketakutan yang memasung &amp; membelenggu kita semua dari ketiadaberdayaan&#8230;.. Sukses Uda Ewa.Salam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: taufik</title>
		<link>http://evolia.wordpress.com/2008/02/11/ewa-mengubah-rasa-takut-menjadi-semangat/#comment-502</link>
		<dc:creator>taufik</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Feb 2008 04:18:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://evolia.wordpress.com/2008/02/11/112/#comment-502</guid>
		<description>Ini posting saya yg betul...

 Sebuah pilihan yang sulit barangkali, untuk tetap menjaga keresahan, bersepi-sepi berhadapan dengan bertumpuk buku yang berserakan. Berada di depan komputer berjam-jam, menyusun huruf demi huruf menjadi kata, kata menjadi kalimat, dan seterusnya. Sementara sebagian lain dari generasi kita menikmati hidup nyantai, nonton televisi, jalan-jalan ke mall, cafe, game, kongko-kongko, ber-haha hehe berbicara tentang sesuatu yang entah…
Sebelum melakukan aktivitas apapun, terlebih menulis, yang terpenting adalah motivasi atau keberangkatan awal (dan ini yang coba dibangun oleh Bung Ersis dalam tulisan-tulisannya). Tanpa itu, maka sulit untuk sampai pada apa yang dituju. Dalam konteks menulis, temukan alasan yang paling emosional mengapa Anda menulis? Ibadah, menegakkan periuk, memperoleh nilai, tanggung jawab moral, atau apa? Selesaikan dulu masalah ini, baru Anda bisa beranjak ke aktivitas teknis.
Untuk yang bersifat teknis ini, kita sangat diuntungkan dengan perkembangan teknologi. Komputer membuat kerja kita jadi sangat efisien. Tak hanya itu, di era teknologi informasi sekarang ini, tersedia pula fasilitas internet. Dalam hitungan detik, kita bisa mendapatkan berbagai informasi penting yang dibutuhkan.
Menyadari itu semua, saya malu membaca karya-karya Tan Malaka, misalnya, yang banyak lahir dari gubuk reot, pensil dan kertas buram seadanya. Harus terus berpindah, sampai ikut merasakan dinginnya lantai penjara.
Terkini, ada Kuntowijoyo (alm), saat terserang penyakit meningo encephalitis yang berakibat terganggunya saraf motorik dan memori otak, semangat menulisnya tak pernah padam.
Atau Harun Yahya, penakluk teori evolusi. Yang harus berhadapan dengan penjara, siksa, fitnah, cibiran bahkan ancaman pembunuhan. Namun tetap menulis dan menghasilkan karya. Menulis adalah mendedahkan kesaksian spiritual, menjadi saksi sekaligus bukti atas kebesaran dan keagungan Allah.
Sementara, kita dalam kondisi aman tentram, sumber daya fisik sempurna, tak ada ancaman fisik dan psikologis, namun tetap saja rabun membaca, lumpuh menulis. Tanya kenapa???
Tak ada yang salah memang, tapi rasa-rasanya jadi tidak imbang. Jika segenap waktu harus dipenuhi dengan aktivitas-aktivitas “kemesraan emosional”. Acuh tak acuh terhadap “tantangan-tantangan” intelektual.
Buku karya Bung Ersis ini, ingin sekalii membantu Anda, kita semua, menjawab sapa: “Selamat Datang Penulis Muda”. Tulisan yang mampu memberdayakan Anda. Setiap kalimat yang tersusun membiak menjadi sebuah dialog yang akrab, hangat, dan membahagiakan. Ia merupakan gabungan antara teks yang dibaca, dan pengalaman penulisnya. Buah dari mengakrabi kehidupan.
Maka dari itu, mari teriakkan: Hai anak muda! Tunggu apa lagi, kesempatan telah digelar di depan mata, pasar telah berpihak padamu. Dirimu adalah sumber inspirasi. Layaknya samudera, tak akan mengering hanya karena airnya sering engkau ambil.

Wassalam

(posting yg terdahulu tlong di-delete saja yaa.. and makasih)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ini posting saya yg betul&#8230;</p>
<p> Sebuah pilihan yang sulit barangkali, untuk tetap menjaga keresahan, bersepi-sepi berhadapan dengan bertumpuk buku yang berserakan. Berada di depan komputer berjam-jam, menyusun huruf demi huruf menjadi kata, kata menjadi kalimat, dan seterusnya. Sementara sebagian lain dari generasi kita menikmati hidup nyantai, nonton televisi, jalan-jalan ke mall, cafe, game, kongko-kongko, ber-haha hehe berbicara tentang sesuatu yang entah…<br />
Sebelum melakukan aktivitas apapun, terlebih menulis, yang terpenting adalah motivasi atau keberangkatan awal (dan ini yang coba dibangun oleh Bung Ersis dalam tulisan-tulisannya). Tanpa itu, maka sulit untuk sampai pada apa yang dituju. Dalam konteks menulis, temukan alasan yang paling emosional mengapa Anda menulis? Ibadah, menegakkan periuk, memperoleh nilai, tanggung jawab moral, atau apa? Selesaikan dulu masalah ini, baru Anda bisa beranjak ke aktivitas teknis.<br />
Untuk yang bersifat teknis ini, kita sangat diuntungkan dengan perkembangan teknologi. Komputer membuat kerja kita jadi sangat efisien. Tak hanya itu, di era teknologi informasi sekarang ini, tersedia pula fasilitas internet. Dalam hitungan detik, kita bisa mendapatkan berbagai informasi penting yang dibutuhkan.<br />
Menyadari itu semua, saya malu membaca karya-karya Tan Malaka, misalnya, yang banyak lahir dari gubuk reot, pensil dan kertas buram seadanya. Harus terus berpindah, sampai ikut merasakan dinginnya lantai penjara.<br />
Terkini, ada Kuntowijoyo (alm), saat terserang penyakit meningo encephalitis yang berakibat terganggunya saraf motorik dan memori otak, semangat menulisnya tak pernah padam.<br />
Atau Harun Yahya, penakluk teori evolusi. Yang harus berhadapan dengan penjara, siksa, fitnah, cibiran bahkan ancaman pembunuhan. Namun tetap menulis dan menghasilkan karya. Menulis adalah mendedahkan kesaksian spiritual, menjadi saksi sekaligus bukti atas kebesaran dan keagungan Allah.<br />
Sementara, kita dalam kondisi aman tentram, sumber daya fisik sempurna, tak ada ancaman fisik dan psikologis, namun tetap saja rabun membaca, lumpuh menulis. Tanya kenapa???<br />
Tak ada yang salah memang, tapi rasa-rasanya jadi tidak imbang. Jika segenap waktu harus dipenuhi dengan aktivitas-aktivitas “kemesraan emosional”. Acuh tak acuh terhadap “tantangan-tantangan” intelektual.<br />
Buku karya Bung Ersis ini, ingin sekalii membantu Anda, kita semua, menjawab sapa: “Selamat Datang Penulis Muda”. Tulisan yang mampu memberdayakan Anda. Setiap kalimat yang tersusun membiak menjadi sebuah dialog yang akrab, hangat, dan membahagiakan. Ia merupakan gabungan antara teks yang dibaca, dan pengalaman penulisnya. Buah dari mengakrabi kehidupan.<br />
Maka dari itu, mari teriakkan: Hai anak muda! Tunggu apa lagi, kesempatan telah digelar di depan mata, pasar telah berpihak padamu. Dirimu adalah sumber inspirasi. Layaknya samudera, tak akan mengering hanya karena airnya sering engkau ambil.</p>
<p>Wassalam</p>
<p>(posting yg terdahulu tlong di-delete saja yaa.. and makasih)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: taufik</title>
		<link>http://evolia.wordpress.com/2008/02/11/ewa-mengubah-rasa-takut-menjadi-semangat/#comment-501</link>
		<dc:creator>taufik</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Feb 2008 04:16:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://evolia.wordpress.com/2008/02/11/112/#comment-501</guid>
		<description>mohon maaf saya sampaikan terlebih dulu, comment saya yg dlu itu, salah copy paste. Tdk ada maksud apa2 kok... skali lg mhon maaf buat mba Nai.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mohon maaf saya sampaikan terlebih dulu, comment saya yg dlu itu, salah copy paste. Tdk ada maksud apa2 kok&#8230; skali lg mhon maaf buat mba Nai.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Willy Ediyanto</title>
		<link>http://evolia.wordpress.com/2008/02/11/ewa-mengubah-rasa-takut-menjadi-semangat/#comment-500</link>
		<dc:creator>Willy Ediyanto</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Feb 2008 22:56:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://evolia.wordpress.com/2008/02/11/112/#comment-500</guid>
		<description>Menulis. Kalaumau menulkius meneurut saya a memang harus melupakan teori menulis. Melupakan tidak punya komputer dll. Itu hambatan.
Ada beberapa teman yang saya sodori buku Menulis sangat Mudah, bukunya terdahulu, hasilnya, mereka termotivasi luar biasa. Ada yang tulisannya bagus karena kemampuan berbahasanya bagus, ada yang acak-acakan dalammengalirkan gagasan. Tetap termotivasi, hanya kelanjutannya saya kurangmengikuti. Pertama, dalam keseharian selalu malas. Mengajar malas, ngurus anak ya malas, menulis apalagi. Yang tidak malas hanya menghabiskan waktu dengan mengobrol.
Yang kedua, seperti juga Urip Helgeduelbek, kuliah lagi, sibuk lagi, otak diperas.
Aya yang patah semangat karena sekali kirim ke koran tidak dimuat. Wah yang ini pasti membaca tidak meresapi isi bukunya.
Buku terakhir ini saya belum baca. Tapi kalau sama dengan yang di blog-nya, sebagian sudah saya baca. Yakin lah saya bahwa menulis sangat mudah. Resensinya bagus.
Yang lain tak terlihat responnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menulis. Kalaumau menulkius meneurut saya a memang harus melupakan teori menulis. Melupakan tidak punya komputer dll. Itu hambatan.<br />
Ada beberapa teman yang saya sodori buku Menulis sangat Mudah, bukunya terdahulu, hasilnya, mereka termotivasi luar biasa. Ada yang tulisannya bagus karena kemampuan berbahasanya bagus, ada yang acak-acakan dalammengalirkan gagasan. Tetap termotivasi, hanya kelanjutannya saya kurangmengikuti. Pertama, dalam keseharian selalu malas. Mengajar malas, ngurus anak ya malas, menulis apalagi. Yang tidak malas hanya menghabiskan waktu dengan mengobrol.<br />
Yang kedua, seperti juga Urip Helgeduelbek, kuliah lagi, sibuk lagi, otak diperas.<br />
Aya yang patah semangat karena sekali kirim ke koran tidak dimuat. Wah yang ini pasti membaca tidak meresapi isi bukunya.<br />
Buku terakhir ini saya belum baca. Tapi kalau sama dengan yang di blog-nya, sebagian sudah saya baca. Yakin lah saya bahwa menulis sangat mudah. Resensinya bagus.<br />
Yang lain tak terlihat responnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ekowanz</title>
		<link>http://evolia.wordpress.com/2008/02/11/ewa-mengubah-rasa-takut-menjadi-semangat/#comment-498</link>
		<dc:creator>ekowanz</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Feb 2008 05:20:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://evolia.wordpress.com/2008/02/11/112/#comment-498</guid>
		<description>kemarin pas pameran mu beli2 buku yg rada serius..malah beli buku yg ringan2 semua :(</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kemarin pas pameran mu beli2 buku yg rada serius..malah beli buku yg ringan2 semua <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: indra1082</title>
		<link>http://evolia.wordpress.com/2008/02/11/ewa-mengubah-rasa-takut-menjadi-semangat/#comment-497</link>
		<dc:creator>indra1082</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Feb 2008 03:19:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://evolia.wordpress.com/2008/02/11/112/#comment-497</guid>
		<description>Bingung mau komentar apa, aku bukan penulis, dan tidak bisa menulis, hehehehe...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bingung mau komentar apa, aku bukan penulis, dan tidak bisa menulis, hehehehe&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: unai</title>
		<link>http://evolia.wordpress.com/2008/02/11/ewa-mengubah-rasa-takut-menjadi-semangat/#comment-495</link>
		<dc:creator>unai</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Feb 2008 01:22:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://evolia.wordpress.com/2008/02/11/112/#comment-495</guid>
		<description>Damax: iya..komennya puanjang banget dah, ternyata dari blog tetangga hehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Damax: iya..komennya puanjang banget dah, ternyata dari blog tetangga hehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
