
Judul : Lelaki Terindah (The Most Beautiful Man)
Penulis : Andrei Aksana
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : III, Mei 2006
Tebal : 219 hlm
Ket : Dibeli di Gramedia Ambarukmo Plaza, 03 Februari 2008
Sudah kualami perih karena kehilangan
Sudah kureguk kecewa karena ditinggalkan
Sudah kudidera luka karena dihianati
Semua belum seberapa
Hanya satu derita yang paling menyiksa
Jatuh Cinta
Tapi tak bisa memiliki
Manis namun getir, demikian nukilan puisi yang ditulis oleh Andrei dan ditampilkan sebagai puisi pembuka di dalam bukuya yang ke-4 ini. Andrei Aksana, penulis yang dikenal dengan The Singing Author ini menyajikan cerita dalam kemasan yang unik, bertajuk Lelaki Terindah.
Bukan tema percintaan senenis yang membuat keseluruhan novel ini unik dan menarik, namun gaya tutur sang penulis dan tampilan tokoh bernama AKU, membuat novel ini demikian hidup. Andrei sangat piawai memilih kata. Ia tak malas mencari padanan kata, sehingga kalimat yang mengalir bak irama air, meliuk, kadang berderai, puitis dan romantis menerbangkan imajinasi pembacanya. Pembaca seolah membaca untaian puisi yang panjang. Sebuah karya yang lahir lewat kontemplasi.












Recent Comments