Seno yang Mulai Membosankan

Kalatidha

Judul        : Kalatidha

Penulis     : Seno Gumira Ajidarma

Penerbit   : PT. Gramedia Pustaka Utama

Cetakan I : Januari 2007

Tebal       : 234 hlm

Ini adalah novel kesekian Seno Gumira Ajidarma yang saya baca. Saya menyukai permainan kata-nya yang indah. Seperti biasa, ciri tulisanya adalah dia membangun cerita yang dikemas dalam masa lalu dan sekarang. Kalatidha mengandung makna “zaman rusak”. Namun berbeda dengan Kalatidha, ada ketidakpuasan saya ketika selesai menutup halaman terakhir setelah membacanya. 
     
Mengalami zaman gila
hati gelap kacau pikiran
jika tidak ikut, tak kebagian
akhirnya kelaparan
sebenarnyalah kehendak Tuhan
seuntung– untungnya yang lupa
lebih untung yang ingat dan waspada (Syair Ranggawarsita 1802–1873)

 
Tokoh utama dalam novel ini adalah aku, digambarkan sebagai seorang pengusaha yang menjadi narapidana lantaran terbongkar aksinya dalam pembobolan bank. Di dalam sel, ingatannya akan masa silam datang silih berganti Ia berhasil mengumpulkan guntingan-guntingan berita di koran yang dikumpulkan oleh kakak perempuannya. Guntingan-guntingan berita itu kisaran tahun 60–an dan dari sanalah ia mengetahui beberapa hal tentang masa lalunya yang berkaitan dengan PKI. Kenangan masa kecilnya berkelebat, tokoh aku ini sangat sensitif dengan hal hal yang berbau PKI. Ia pernah melihat rumah seorang gadis cantik yang keluarganya dihabis, rumahnya dibakar di depan mata kepalanya sendiri. Gadis cantik ini ternyata kembar. Meskipun ia selamat namun saudara kembarnya menjadi korban. Saudara kembarnya dimakamkan di sebuah hutan bambu, sedangkan gadis cantik ini menjadi gila. Meski sudah menjadi gila, gadis cantik ini sering menjadi korban pelecehan seksual dari orang-orang sekitarnya, dan diapun membalaskan dendamnya dengan caranya sendiri.
 
Kisah ini sebetulnya menarik, tapi saya kurang memahami sastra. Pengetahuan saya hanya sebatas pengolahan kata yang dimengerti dan tidak. Terus terang saya agak lelah membacanya. Andai saja cerita yang disajikan Seno ini lengkap dan kita sebagai pembacanya mampu menarik kesimpulan atau benang merah antara hayalan, kliping koran, dan kenangan masa lalu, novel ini tentu akan menjadi sempurna. Kalatidha ini mengajak kita berlompat lompatan dalam cerita yang real dan sureal. Membingungkan…namun cukup menghibur. (Nai)
 
 
 
 
Iklan

2 Komentar

Filed under Novel

2 responses to “Seno yang Mulai Membosankan

  1. terus terang, saya menyukai seno gumira ajidarma. Gaya penulisannya beda. Mau ngumpulin karya2 dia deh. Tp byk yg gak ketemu di pasaran lagi…

  2. hallporter

    semakin membingungkan, semakin asiikkk. pernah lho aku baru paham maknanya salah satu cerita beliau setelah berhari-hari selsai baca. aku yg lemot kali yak šŸ™‚ hehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s