Seno yang lagi-lagi tanpa ending

Linguae

Judul : Linguae
Pengarang : Seno gumira Ajidarma
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 130 hlm
Cetakan : I, Maret 2007

“Dalam remang, entah pagi entah siang entah sore entah malam, kami terus menerus menguji daya cinta lidah kami. Selalu remang. Hanya remang. Lebih baik remang-karena cinta yang jelas ada dan terang, yakin dan pasti, bersih dan steril seperti bukan cinta lagi. Jadi memang tak bisa kulihat wajahnya dengan jelas-apakah yang masih bisa dilihat dari sebuah wajah yang terlalu dekat, begitu dekat, sehingga tak berjarak, ketika saling menguji lidah, selain ketidakjelasan dalam keremangan dengan cahaya lembut yang berusaha menembus gorden?
Mungkin itu sebabnya aku lebih sering ingat gorden daripada wajahnya, karena hanya dari balik gorden itu datang cahaya yang hanya membuat ruang menjadi temaram. ‘Tutup matamu’, katanya. Kupejamkan mataku dan kutahu ia memejamkan matanya. ‘Berikan cintamu’, katanya dan kupersembahkan cintaku dalam percakapan tanpa kata karena lidah kami menyatakan segalanya dengan lebih nyata daripada kata-kata dalam tatabahasa sempurna manapun di dunia”

Demikian petikan dari Antologi Cerpen Linguae yang bermakna lidah ini mampu membangkitkan ketertarikan saya. Kata-kata yang begitu indah ini membuat saya seolah masuk ke dalam gerbang imajinasi. Antologi Cerpen Seno ini, hanya berselang dua bulan saja sejak lahirnya Kalatidha yang terbit bulan Januari 2007 lalu. Di sini kita bisa melihat betapa produktifnya seorang Seno. Dari sekian banyak cerpen Seno, semuanya bergenre sastra. Meski saya menyukai sastra namun ternyata tidak mudah bagi saya meresapi tiap jalan cerita yang ada.

 

Ada 13 cerpen yang terangkum dalam Antologi Cerita Pendek ini, dan kesemuanya pernah dipublikasikan di media cetak yang berbeda. Tiap cerpen menceritakan aneka kisah dan menyimpan aneka makna. Pembaca bebas menterjemahkannya. Cerita-cerita di dalam Antologi ini sangat kental dengan fiksi, sarat metafor dan sangat di luar batas nalar. Beberapa cerita meski puitis bahkan tidak ber-ending.

Seperti cerita tentang “Tong Setan”, saya menemukan beberapa kalimat yang mengalami pengulangan. Membacanya semakin membuat kepala saya berputar…seperti motoris yang berputar di “Tong Setan” itu. Sulit untuk dipahami dan dimengerti dibandingkan cerpen-cerpen yang lain.Lain lagi dengan cerita dengan judul ”Rembulan dalam Capuccino”. Tidak bisa saya bayangkan bagaimana sebuah rembulan di langit bisa masuk ke dalam secangkir kecil capuccino. Rembulan itu berukuran sebesar bola pingpong, mengambang bersama buih krim coklat dalam seduhan kopi tradisional Italia itu. Juga cerita tentang ”Joko Swiwi”. yang mengisahkan tentang tokoh imajiner, yang terlahir di dunia dengan sayap di tubuhnya. Ia menjadi pahlawan di kampungnya, namun pada akhirnya mesti terusir dari sana karena suatu pengkhianatan.

Jika saya boleh membandingkan, saya lebih suka kumcer Seno terdahulu “Sepotong Senja Untuk Pacarku”. Indah dan mudah dimengerti. Namun bagi pencinta sastra tak lengkap koleksinya bisa tidak memiliki Antologi Cerita Pendek “Linguae” ini. (Nai)

 

 

 

Iklan

2 Komentar

Filed under Short Stories

2 responses to “Seno yang lagi-lagi tanpa ending

  1. maaf saya ga sesuai topik 😀
    errr…. saya mo jawab pertanyaan unai yang di angingmammiri.org tentang lomba..
    blogger siapapun bisa aja kok ikut, tidak terbatas harus orang Makassar aja..
    yang penting bisa melaksanakan lombanya 😉
    daftar aja 🙂

  2. max

    Kalau baca ini:
    ‘Tutup matamu’, katanya. Kupejamkan mataku dan kutahu ia memejamkan matanya. ‘Berikan cintamu’, katanya dan kupersembahkan cintaku dalam percakapan tanpa kata karena lidah kami menyatakan segalanya dengan lebih nyata daripada kata-kata dalam tatabahasa sempurna manapun di dunia”

    Jadi pengen baca Linguae juga deh. Beli SGA lagi ah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s