Petualangan di Negeri Orang

Edensor

Judul          : EDENSOR

Author       : Andrea Hirata

Penerbit     : PT. Bentang Pustaka

Cetakan     : I, Mei 2007

Tebal         : 288 + ix hlm

Sejak baris pertama, saya sudah terpikat kalimat pembuka Andrea yang mengumpamakan:

Hidup ini bagaikan rel kereta api dalam ekperimen relativitas Einstein, pengalaman demi pengalaman yang menggempur kita dari waktu ke watu adalah cahaya yang melesat-lesat di dadalam gerbong, diatas kereta api itu.

Dari sini saya ingin segera melahap untuk mencari tahu  kisah apa yang akan disajikan Andrea dalam Bukunya yang ketiga dari tetralogi “Laskar Pelangi”  dengan judul EDENSOR ini. Edensor adalah nama sebuah tempat, desa hayalan dalam novel kenangan yang diberikan A Ling kepada Ikal. A Ling adalah cinta pertama Ikal. Di dalam buku ini lebih lanjut Ikal akan menceritakan petualangannya di negeri orang, dan pencariannya akan A Ling, cinta pertamanya.

Jalan-jalan desa menanjak berliku-liku dihiasi deretan pohon oak, berselang-seling diantara jejarak anggur yang ditelantarkan. Lebah madu berdengung-dengung mengerubuti petunia. Daffodil dan astuaria tumbuh sepanjang pagar peternakan, berdesakan di celah-celah bangku batu. Di belakang rumah penduduk tumpah ruah dedaunan berwarna oranye, mendayu-dayu karena belaian angin. Lalu terbentang luas padang rumput, permukaannya ditebari awan-awan kapas

Inilah gambaran Edensor, yang ada di kepala Ikal.



Dalam mozaik I (Laki-Laki Zenit dan Nadir) Andrea menceritakan tentang sosok Weh yang penuh kemalangan. Weh adalah sahabat masa kecil orang tuanya. Weh hidup di perahu, dan mengajarkan Ikal membaca bintang dan mengatakan bahwa langit adalah kitab yang terbentang. Namun sayang, cerita tentang Weh belum pernah di ceritakan di buku-buku sebelumnya dan dengan Andrea menceritakan Weh, tidak ada hubungannya dengannya dengan kisah yang diceritakan kemudian.

Selanjutnya dikisahkan ragam kejadian yang menggelitik yakni tentang nama Ikal  yang diganti berkali-kali, wawancara kerja dengan calon majikan mungilnya yang gagal karena saat wawancara, suara timbul tenggelam ditelan deru Harley Davidson.

Buku ini berisi tentang keberanian Ikal dan Arai dalam mewujudkan mimpi mereka. Dan petualangan mereka dimulai ketika Ikal dan Arai berhasil lolos dari semua test penyaringan untuk mendapatkan beasiswa melanjutkan S2 di Eropa. Di ceritakan juga saat Ikal terserang maut pulmonary edema, saat pertama menginjakkan kaki di Belgia yang bersuhu dingin. Untung saja terselamatkan, Arai mengeluarkan semua pakaian di dalam koper dan membalutkannya berlapis-lapis ke tubuh Ikal, dan menimbun Ikal dengan dedaunan. dari sini saya tahu bahwa : humus menyimpan panas, dan terbukti menyelamatkan nyawa Ikal yang beku, kedinginan.

Cerita yang mendominasi Edensor ini adalah cerita tentang pertaruhan Ikal dengan teman-teman kuliahnya untuk melakukan perjalanan keliling Eropa sebagai backpackers sembari menjadi pengamen jalanan. Biaya perjalanan hanya didapatkan dengan menjadi pengamen jalanan. Hingga pada waktu yang ditentukan mereka harus berkumpul kembali di satu tempat untuk menentukan siapa yang paling banyak jumlah negara yang dikunjunginya.

Andrea, tak mengabaikan hiruk pikuk dunia yang ada di tulisannya. Catatan perjalanan dimanfaatkannya untuk menjelajahi innerspace karena pengalaman tentu tidak akan ada habisnya.

Buku ini semacam memoar, kenangan-kenangan sejarah dan catatan peristiwa masa lampau menyerupai autobiografi yang ditulis dengan menekankan pendapat, kesan, dan tanggapan atas peristiwa yang dialaminya juga dengan tokoh-tokoh yang berhubungan dengannya.

Meski banyak kejanggalan dalam pencapaian dalam novel ini, namun Andrea telah mengahdirkan cerita dengan sangat cerdas, dengan memadukan sains, fisika, kimia, biologi, dan juga sastra tentunya.

Iklan

11 Komentar

Filed under Novel

11 responses to “Petualangan di Negeri Orang

  1. mbak…gabung ma andreanis ga? ada lomba nulis resensi edensor lho!!! betewe pernah nemu buku clara ng yang tujuh musim ato apa..lupa juga sih judulnya kalo nemu bagi2 infonya yah mbak..

  2. Andrea bilang, buku ketiga ini paling melelahkannya, berkali-kali revisi, dan tetap dia tidak puas. ntar kutanya ah, penjualannya apakah membuat dia puas, hehe…

  3. Review yang bagus. aku suka.kita mungkin bisa tuker link. salam kenal. agung

  4. “…Karena jika kita berupaya sekuat tenaga menemukan sesuatu, dan pada titik akhir upaya itu hasilnya masih nihil, maka sebenarnya kita telah menemukan apa yang kita cari dalam diri kita sendiri, yakni KENYATAAN, kenyataan yang harus kita hadapi, sepahit apapun keadaanya”
    aku suka kalimat dari halaman 266 itu.

  5. max

    Hm.., pasti ceritanya seru yak Nai. Pengen seh baca, tp masih banyak buku antrian yg harus dirampungin dulu :))

  6. seru juga ceritanya…. ya..

  7. wah great nai! blog review yg bagus, aku bisa sering2 baca, apalagi kalau gak sanggup beli bukunya 😀

  8. ngga ada SB ya di sini ajah 🙂 mampir dulu yaaaahh 🙂

  9. gimana mbak udah ikut lomba andreanis?

  10. judith

    Wah resensinya kren…. bener tuh ikutin lomba di friendsternya andreanis

  11. dear

    knp dibilang desa khayalan…edensor kan benar2 ada di belahan Inggris sana…dan suatu hari aku akan ke sana…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s