Pencarian Identitas Berbasis Kultural Daerah, ala Es Ito

Judul : Negara Kelima
Pengarang : Es Ito
Penerbit : Serambi
Cetakan : Oktober 2005
Tebal : 520 Hlm

Es Ito lahir pada tahun seribu sembilan ratus delapan puluh satu. Ibunya seorang petani, Bapaknya seorang pedagang.

Singkat sekali profil yang ditampilkan di halaman terakhir novel ini. Penulis ingin menampilkan kesederhanaan. Ia juga menuliskan pada halaman pembuka ” Ibu, aku ingin mengubah bintang“, singkat namun Indah sekali…

Bubarkan Indonesia
Bebaskan Nusantara
Bentuk Negara Kelima

Paragraf di atas adalah tuntutan dari kelompok yang melakukan rentetan pembunuhan terhadap tiga gadis muda dan seorang perwira polisi. Kelompok pelaku pembunuhan tersebut menggoreskan simbol piramid dengan belahan diagonal pada dua orang korban yang terbunuh. Simbol itu disebut Pillar Orichalcum, yang terbuat dari material yang nilainya melebihi apapun, kecuali emas pada masa Atlantis.

Adalah Timur Mangkuto, yang menjadi tokoh sentral dalam novel ini. Ia dicurigai sebagai pelaku pembunuhan terhadap Rudi (seorang perwira polisi) sahabatnya. Kecurigaan polisi ini didukung oleh alasan bahwa waktu keberadaan Timur mangkuto tidak berselang lama dengan waktu pembunuhan, seperti yang dikembangkan oleh bagian forensik. Saksi juga menjelaskan bahwa tidak ada orang lain tengah malam yang bertemu dengan Rudi, selain Timur mangkuto.

Dibantu Genta ; seorang Sarjana Informatika membantu polisi menghentikan aksi petualangan ruang maya yang dilakukan oleh Kelompok Patriotik Radikal (KePaRad), Timur Mangkuto berhasil meloloskan diri. Bersama Genta juga Timur Mangkuto menemui Eva Duani, sejarawan Indonesia. Eva Duani bersama ayahnya (Prof. Duani Abdullah) berusaha membantu memecahkan teka-teki negara kelima. Untunglah Ayah Eva Duani memiliki kitab dialog “Timaues and Critias” karangan Plato pada kisaran tahun 360 SM.

Timaues and Critias karya Plato kemudian berhubungan dengan Tambo Adat Alam Minangkabau. Sebuah cerita asal-usul nenek moyang orang Minang yang menjelaskna bahwa penaklukan Aleksander yang agung berakhir di anak benua India.

Undang-undang tarimo tariak baleh, kok palu babaleh palu, nan tikam babaleh jo tikam, hutang ameh baia jo ameh, hutang padi baia jo padi, hutang kato baia jo kato

Ini adalah merupakan kutipan dari buku Tambo, dan cerita Tambo ini kemudian didapatkan Timur Mangkuto lewat seorang Tukang Kaba yang merantau ke Bekasi, karena ia sudah tidak dihargai lagi di kampungnya.

Negara Atlantis yang digambarkan Plato dalam Kitab Dialog Timaues and Critias dan cerita kaba tentang Minangkabau inilah yang menarik. Di sini diceritakan bagaimana pembentukan hukum di Minangkabau dari simumbang jatuah, sigamak-gamak, tarik baleh sampai dengan munculnya Tuah sakato.Nah dari cerita inilah teka-teki perlahan terkuak.

Novel beraroma Minang Centris ini sungguh menegangkan, memukau dan membuat penasaran, tak tertebak endingnya akan seperti apa. membuat pembaca ingin segera menuntaskannya. saya salut akan kerja keras Es Ito dalam mengumpulkan sekian banyak data serta menyusunnya menjadi rangkaian cerita yang dapat ditarik kesimpulannya.

Es Ito mampu mengajak pembaca unuk melihat bukti sejarah dari sisi yang berbeda ; sebuah interpretasi baru terhadap sejarah Nusantara.

Iklan

7 Komentar

Filed under Novel

7 responses to “Pencarian Identitas Berbasis Kultural Daerah, ala Es Ito

  1. pu!

    eh kok kovernya beda ma punyaku ya?
    isinya sama tuh?
    wah cetakan keberapa nih?
    hehehehee…..

  2. cetakan pertama nih Pu!…ayo bikin blog ripiyu juga dong

  3. max

    wah…, layak dibaca neh novelnya. Soal Minangkabau sih 🙂

  4. Harus deh, kalo nggak mau nyesel 🙂

  5. oh blog ini isinya meng riviuw tok yo bun?

  6. Ekowanz : pinginnnya sih gitu 🙂

  7. Raisya

    novel terbaru E.S. ITO akan segera launching. judulnya Rahasia Meede, penerbit Hikmah (Grup Mizan). hasil riset dua tahun penulis ini bercerita tentang misteri emas VOC dalam surat Kew, KMB 1949, pembunuhan Gandhi dan Hatta, kota bawah tanah Jakarta serta trik dan intrik yang melibatkan pasukan sandhi Yudha Kopassus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s