Djenar dalam Cerita Cinta Pendek

Judul : Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek
Pengarang : Djenar Maesa Ayu
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : II, Januari 2006
Tebal : vii + 117 hlm

14 Januari 1973, ibu dari Banyu Bening dan Btari Maharani ini dilahirkan. Dalam usianya yang terbilang muda, ia telah melahirkan dua buku Kumpulan Cerita Pendek yang berjudul : Mereka Bilang Saya Monyet yang terbit pada Januari 2004, dan Jangan Main-Main dengan Kelaminmu , serta sebuah novel yang meraih penghargaan lima besar Khatulistiwa Literary Award pada tahun 2005 yang berjudull Nayla.

Buku ini adalah karya keempatnya. Namun berbeda dengan beberapa karya sebelumnya yang sempat menuai kritik dari berbagai kalangan, kini Djenar mencoba mengusung tema cinta dari berbagai arah. Sejumlah cerpen tentang kisah percintaan antar-manusia, termasuk dengan sesama jenis, menjadi bumbu tulisannya kali ini. Salah satu isu yang diangkat dalam karyanya ini adalah sebuah cerita percintaan kaum homoseksual.

Di dalam Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek ini Djenar mengangkat kisah-kisah tentang pengkhianatan, perselingkuhan, pelecehan seksual, penganiayaan, serta disorientasi seksual. Uniknya…buku ini juga dilengkapi dengan sejumlah sketsa yang merupakan buah karyanya. Sketsa-sketsa tersebut ikut menggambarkan kegelisahan yang ingin diwakilkannya dalam 13 cerpen di dalam buku ini.

Kumpulan Cerita Pendek ini sudah dua kali cetak, dan yang membuat saya takjub, cetakan kedua tidak berselang lama dengan cetakan pertama. Bahkan di bulan dan tahun yang sama. Hebat !!!. Bisa kita lihat betapa buku ini laris bak kacang goreng, menyusul kesuksesan ketiga bukunya.

Bahasa yang lugas, ceplas-ceplos dan sesekali romantis adalah ciri khas Djenar, bisa diihat dalam cerpennya yang berjudul “Three More Days” (hal 17) :

“Laut selalu membuat saya tidak ingin pulang. Dengan atau tanpa lain orang. Dengan atau tanpa kekasih. Dengan atau tanpa kepentingan. Dengan atau tanpa alasan”

Sebuah kalimat yang menunjukkan betapa keras kepalanya tokoh saya dalam cerpen ini.

“Saya benar-benar tidak ingin pulang sekarang, Apalagi saya tidak sendirian. Saya bersama laki-laki yang juga tidak ingin pulang. Tapi kami harus pulang. Pulang meninggalkan laut malam yang bergerak tenang. Pulang meninggalkan perbincangan yang kami lakukan sambil duduk di atas karang. Pulang meninggalkan peluk ciuman di bawah kerlingan malu-malu bintang”

Lihat, cantik sekali Djenar membungkus kisah perselingkuhan dengan setting laut dan bintang yang riang benderang.

Lain lagi dalam cerpennya yang berjudul “HA..HA ..HA” (hal 41). Kita tau’ bahwa judul tersebut menggambarkan sebuah tawa yang menggelegar. entah menertawakan apa? :

“Setan! Ia berdoa lagi. Bersimpul kanan kiri jari. Bertekuk lutut kaki”

Sungguh, Djenar membuat setiap cerpennya tidak tertebak ending-nya. Meski dengan bahasa yang lugas dan mengalir, namun tak urung cukup membuat saya melipat dahi, membacanya.

Dalam “Lolongan di Balik Dinding” (hal 85). Saya menangkap Djenar ingin menceritakan tentang ketidakbahagiaan seseorang, dan kecemburuannya terhadap kebahagian orang lain, yang belum tentu juga bahagia. Namun di akhir cerita, Djenar menuliskan tiga kata yang membuyarkan persepsi yang terlanjur terbentuk sejak awal cerita.

Setting cerita dan dialog tokoh-tokohnya terkadang berada pada plot flash back, penokohan yang tidak lazim. Inilah merupakan kekuatan dari buku ini juga buku-bukunya yang lain.

Djenar bisa menjadi perempuan yang dikhianati, mencintai laki-laki yang sudah menjadi milik orang lain, menyayangi perempuan yang telah menjadi milik orang lain, bahkan menjadi, pengerat laki-laki hidung belang yang tidak pernah puas memenuhi keinginan libidonya. Atau juga Djenar bisa menjadi laki-laki yang tidak bahagia dan berusaha bahagia dengan kebahagian orang lain, yang mungkin saja tidak bahagia. Dan yang pasti, Djenar bisa menjadi siapapun!.

Iklan

6 Komentar

Filed under Short Stories

6 responses to “Djenar dalam Cerita Cinta Pendek

  1. max

    Itulah Djenar…
    Dia menjadi something different di dunia sastra kita.
    Repiyunya yahuddd deh, kirim ke koran ajah Nai

  2. Salut dengan Djenar tak habis habis, meski awalnya tak terlalu suka dengan karyanya yang terkesan tabu 🙂

  3. ngamel itu seneng banget! sama kok kyk aku…ngamel sama gratisan 😉
    sama keik Djenar, dirimu juga bisa mereview apa pun yak! salut deh!

  4. toop nai reviewnya,bener juga tuh max, masukin media aja!

  5. Trims buat reviewnya – jadi tinggal langsung ke toko Bukunya aja -buat bekel bacaan saat tugas balik nanti. 😀

  6. yayan

    tolong kasih biografi djenar maesa ayu yang komplit dong,buat ngerjain skripsi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s