Terbelit Dialog Panjang Tak Berarti

Judul : Miss Lu ; Putri Cina yang Terjebak Konflik Etnik dan Politik

Pengarang : Naning Pranoto

Penerbit : Grasindo

Cetakan : II, Maret 2004

Tebal : 260 hlm

“ Dalam novel ini, penggambaran Miss Lu sebagai tokoh utama begitu meyakinkan, sehingga pembaca lupa bahwa Miss Lu sebenarnya hanyalah seorang tokoh rekaan pengarangnya. Namun, Miss Lu tidak mungkin lepas dari label ‘too good to be true’, yaitu begitu sempurna sehingga dalam realita, tidak mungkin ada mahluk seperti dia. Miss Lu nyaris merupakan ‘paragon of virtuae’, yaitu lambang kecantikan, kebaikan, dan kebajikan yang hanya mungkin ada dalam fiksi ”(Budi Darma)

Membaca endorsmen Budi Darma  membuat hati saya kepincut untuk lebih jauh mengenal tokoh yang bernama Miss Lu di dalam novel setebal 260 halaman ini. Sampul muka bergambar putri Cina nan jelita melengkapkan ketetarikan saya.

Digambarkan tokoh Miss Lu dalam novel ini adalah sosok yang memesona, dengan bentuk wajah oval yang dipoles make up ala Cleopatra. Ia eksotis, seperti gadis-gadis mesir dengan tinggi badan yang diperkirakan 170 an cm. Wajahnya cantik seperti bintang telenovela meski ia keturunan Cina.

Di satu waktu, Miss Lu bertemu dengan tokoh ‘Aku’ (Bismo Narendro), seorang seniman di sebuah kafe di Bandara Schipol, Belanda. Ketika itu Bismo dan Miss Lu sama-sama sedang menunggu take-off nya pesawat tujuan Jakarta. Miss Lu kemudian mengejutkan lamunan Bismo yang sibuk melamunkan tunangannya yang bernama Sinta di tanah air. Sinta yang introvert, yang solitaire, dan yang belakanga memaksa Bismo untuk segera memiliki rumah sendiri sebelum nanti mereka menikah.

Singkatnya dari pertemuan itu, Bismo dan Miss Lu saling bertukar alamat. Selang semingu setelah pertemuan itu Miss Lu menelpon Bismo dari Hongkong. Sayangnya Bismo tidak di rumah, sebagai seorang seniman yanng tergabung dalam Paguyuban Seni Jawa “Arumdalu” waktu Bismo banyak dihabiskan dengan mengajar nembang para ibu di sana. Ibu Bismo yang menerima telpon Miss Lu sangat terkesan dengan suara lembut Miss Lu dan juga kesopanannya. Di hari yang sama Sinta, tunangan Bismo yang jutek itu juga menelpon. Ibu Bismo tanpa sengaja kemudian membandingkan keduanya, Miss Lu dan Sinta.

Hubungan percintaan Bismo dan Sinta terbilang cukup lama, mereka merencanakan menikah dalam waktu dekat. Sinta berwirausaha dengan menjalin banyak hubungan dengan toko-toko kue. Baik yang ada di Jakarta maupun di luar Jakarta. Praktis dengan kesibukan Sinta hubungan mereka semakin jauh. Ditambah lagi sifat Sinta yang tidak pandai mengambil hati ibu Bismo.

Sampailah pada suatu ketika, hubungan Bismo dan Sinta benar-benar retak. Pasalnya, Sinta menerima telpon dari Miss Lu, saat itu Bismo tidak di rumah. Miss Lu mengatakan ingin mengundang Bismo ke Hongkong untuk berkencan dan membicarakan masa depan. Sinta naik pitam, dan semakin menyibukkan diri dengan kursus keterampilan membuat kue, mengacuhkan Bismo.

Miss Lu datang dari Hongkong ke Jakarta dengan niat utama bertemu Bismo, Ibu, tante Utari (Ibunya Sinta), dan Sinta. Setelah sebelumnya mengundang Bismo ke Hongkong untuk membantu menyelesaikan persoalan Oma Miss Lu (ini yang dikatakan Miss Lu dengan membicarakan masa depan kepada Sinta). Oma Miss Lu (Miss Lu tua) sangat ingin datang ke Jakarta. Ia rindu Indonesia, tergila-gila dan merana. Miss Lu tua berusia 75 tahun. Dulu ia dideportasi dari Indonesia karena pada zaman pemerintahan Soekarno, semua warga negara Cina diwajibkan mengganti nama mereka dengan nama pribumi sebagai bukti sikap Nasionalisme. Bung Karno tidak menyukai nama-nama berbau asing. Nah Miss Lu tua dideportasi karena Ia tidak mau mengganti namanya. Karena baginya, Nasionalisme tidak hanya diukur dengan nama-nama khas Indonesia.

Miss Lu tua dalam sejarahnya pernah ikut berjuang merebut kemerdekaan RI, meski kiprahnya hanya di dapur umum. Ia dan suaminya pernah merintis usaha dagang tembakau. Tapi sayang, uangnya dirampas Jepang. Kemudian mencoba berdagang ikan asin, juga mengalami nasib yang sama. Akhirnya memilih berdangang beras, ketika jepang meninggalkan Indonesia.

Nah, sewaktu Miss Lu tua kembali ke Cina, terjadi gempa bumi, kemarau panjang, dan kelaparan di mana mana. Dan penderitaan yang paling menyiksa adalah ketika pemerintah Mao Zedong memberlakukan Revolusi kebudayaan, itu terjadi pada tahun 1966. Secara politis, Era revolusi itu merupakan neraka. Sejarah terburuk bagi rakyat cina. Tapi bila dikaji secara obyektif, Maou bertindak demikian karena untuk mematahkan lawan-lawannya yang pro kapitalis, imperialis dan feodal. Miss Lu tua nyaris tewas waktu itu karena disiksa oleh Red Guard, yang terdiri dari student andalan Mao Zedong. Miss Lu tua disiksa karena menganut ajara Kong Hu Chu.

Inilah yang mengakibatkan Miss Lu tua menyesal kembali ke Cina. Dia sangat merindukan Indonesia, sangatttt. Namun kekecewaannya terhadap Soekarno belum juga hilang, ia mengalami trauma akut. Untuk itulah Miss Lu muda membicarakan hal ini dengan Bismo, dengan harapan Bismo dapat meyakinkan Miss Lu tua..bahwa setiap saat Ia bisa datang ke Indonesia.

Sebetulnya, cerita yang diangkat penulis ini sangat sederhana. Menjadi tidak sederhana ketika ia menyelipkan peristiwa sejarah di dalam cerita. Inilah yang menggugah ketertarikan saya. Namun sayang, saya terganggu dengan dialog dalam novel ini sangat bertele-tele. Dari judulnya, saya mengira penulis yang telah melahirkan 12 judul novel ini akan banyak bercerita tentang Putri Cina yang terjebak dalam konflik etnik dan politik. Ternyata tidak…cerita berbelit pada konflik antara Bismo dan Sinta. Antiklimaks, karena tidak seperti harapan saya. Tidak seperti yang dikatakan Budi Darma dalam endorsmennya. (Nai)

 

 

 

Iklan

5 Komentar

Filed under Novel

5 responses to “Terbelit Dialog Panjang Tak Berarti

  1. max

    Hah? gak kenal dng Budi Darma? Uda juga gak kenal dan belum pernah kenalan. Tapi yg uda tahu, dari beberapa informasi, blio sering dianggap pelopor pembaru penulisan prosa modern di Indonesia. Atau dalam bahasa Perca Blogspot: “salah satu dewa sastra Indonesia”.

    Besok2 Pak Budi Darma harus ngadain jumpa fans deh 🙂

    Miss LU itu bahasa prokem anak jakarta ya? Maksudnya Miss U? He3x.

  2. Nai

    HAH???aku gak ngerti Dia..duh aku payah bener yah

  3. ah miss you kali nai.

    unai jago ya bikin review. aku paling gak bisa nih bikin ginian…top deh 🙂

  4. kalatidhanya seno gumira ituh dah keluar belum sih mbak..?

  5. @NiMeiy : Wah inipun masih belajar Ni..jauh dari bagus deh

    @Dew : udah dew..lihat di arsip deh 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s