Bila Cinta Menggugat

Vita Brevis
 
Judul : Vita Brevis (Sebuah Gugatan dari Cinta)
Penulis : Jostein Gaarder
Penerjemah : VAM Kaihatu
Penerbit : Jalasutra
Tebal : 154 hlm

Sebetulnya buku ini sudah lama saya baca, tapi baru sekarang saya tampikan reviewnya. Sudah basi mungkin, karena buku ini sudah terbit sejak pertengahan 2002 lalu. Tapi tak ada salahnya saya sedikit bercerita tentang buku yang ditulis oleh Jostein Gaader berdasarkan sebuah naskah lama yang dia temukan di Argentina yang diperkirakan berasal dari abad ke 16 ini.

Jostein Gaarder (lahir 8 Agustus1952) adalah seorang penulis novel, cerita pendek dan buku anak-anak dari Norwegia. Gaarder dilahirkan di Oslo, Ia berasal dari keluarga yang berpendidikan. Sebelum memulai karir menulisnya, dia mengajar filsafat.

Jostein Gaarder, seorang pengarang yang memiliki perspektif-perspektif filsafat dan religius yang kuat. Salah satu bukunya yang terkenal “Dunia Sophie” adalah novel filsafat yang merangkum hampir seluruh dekade filsafat dari Socrates sampai Freud. Buku ini sudah diterjemahkan ke dalam limapuluhtiga bahasa; dua puluh enam juta eksemplar tercetak, dengan tiga juta eksemplar terjual di Jerman saja.

Kembali ke Vita Brevis, Buku ini adalah adalah salinan dari surat seorang perempuan kepada bernama Floria Aemelia kepada Uskup Agustinus di Hippo Aljazair. Uskup Agustinus merupakan salah satu Santo (orang suci) bagi umat Katholik yang dikagumi dan ajarannya masih dipakai oleh gereja sampai sekarang.

Gaarder menemukan dokumen surat ini di sebuah toko buku. Ia pun, bertanya tanya tentang kebenaran dokumen ini., sama seperti kita ; pembacanya.

“Tentu saja rasanya aneh menyapamu dengan cara ini. Dulu, sekian waktu yang lalu, aku pasti hanya akan menuliskan ‘Aurel kecilku yang lincah’. Namun kini, lebih dari sepuluh tahun sejak kau memelukku, banyak hal berubah.”

Demikian surat yang ditulis oleh Floria untuk Aurelius Agustinus. Siapa kaum Katolik yang tak mengenal Agustinus ? seorang saleh yang menulis tata hidup membiara yang sangat keras dan tegas. Jelas ini mengejutkan, karena Bagaimana mungkin Floria menulis surat dengan mengatakan “Aurel kecilku yang lincah.” Jelas jelas sebutan ini terdengat tak pantas untuk seorang Santo Agustinus.

Sejarah Santo Agustinus tidak berawal dari gereja atau seminari. Masa remaja Santo Agustinus tidak diwarnai dengan doa dan pujian kepada Tuhan. Ia sempat menjadi orang kafir dan mentertawakan alkitab sebagai buku yang terlalu sederhana bagi otaknya yang cerdas. Ia baru bertobat ketika bertemu dengan Uskup Ambrosius (Santo Ambrosius) dan akhirnya dibaptis ada usia 32 tahun. Ia juga pernah memiliki seorang anak, Adeodatus yang mati muda. Namun sejarah tidak pernah mencatat ibu anak tersebut.

Surat yang panjang dan bahasa yang cukup menyentuh Floria menceritakan kegetiran dia saat Agustinus meninggalkan dia. Mulai dari upaya ibu agustinus yang berusaha memisahkan dia , kematian putra mereka dan Agustinus memutuskan menjadi biarawan di gereja sehingga tidak ada jalan buat mereka bersatu lagi.

Floria membantah satu persatu pengakuan dosa Agustinus dari Confessiones dan berusaha menegakan keagungan cintanya dan gugatan nya pada Tuhan yang di yakini oleh Agustinus, sampai akhir surat Floria menuliskan bahwa dia tidak jadi menganut nasrani walau dia telah mepelajari agama itu. Floria sungguh-sungguh menyesalkan pandangan Agustinus yang menurutnya tidak realistis tentang seksualitas dan peranannya dalam kehidupan gerejawi. Santo Paulus sebagai bapa gereja yang diacu oleh Agustinus dalam pandangannya tersebut memang mengajarkan bahwa bila memungkinkan, baiklah seorang laki-laki tidak menyentuh perempuan. Ajaran Santo Paulus ini kemudian juga menentukan arah gereja Katholik yang tidak mengijinkan imam-imamnya untuk membentuk keluarga. Akan tetapi Santo Paulus juga menyarankan bahwa untuk menghindari perzinahan, maka baiklah bagi seorang laki-laki untuk menikahi seorang perempuan. Floria menegur Agustinus bahwa dalam konteksnya itu, Santo Paulus tidak menganggap pernikahan sebagai sesuatu hal yang rendah sebagaimana yang ditulis oleh Agustinus. Pada akhirnya kemarahan Floria pupus menjadi rasa iba kepada Agustinus. Ia menganggap Agustinus sebagai lelaki yang malu kepada kelelakiannya sendiri dan memilih untuk bersembunyi di balik alasan Pengendalian Diri. Ia juga lebih menyalahkan Monika, ibu Santo Agustinus yang telah mendoakan Agustinus sehingga bertobat, tapi juga memiliki kepentingan-kepentingannya sendiri yang culas. Floria bahkan memintakan ampun kepada Tuhan bagi Santo Agustinus.

Vita Brevis merupakan salah satu dari karya dari tiga belas novel yang pernah ditulis oleh Gaarder. Kategori novel karya Gaarder ini kerap dimasukkan dalam kategori ”young adult” (dewasa muda), walaupun sebenarnya tema dalam novelnya termasuk berat dan serius untuk pembaca muda. Namun kemampuan Gaarder bercerita dan gaya bahasanya yang memikat, cocok dibaca kalangan remaja.(Nai)

Iklan

8 Komentar

Filed under Novel

8 responses to “Bila Cinta Menggugat

  1. Dunia butuh lebih banyak pencerita seperti itu, menghidangkan sesuatu yang “berat” menjadi asupan pikiran yang renyah. Bukannya malah tampil berat, padahal ngga bawa apa-apa.

    Eh, pertamax ya? Huehehehehe *bangga*

  2. Kayanya bukunya bagus, ya. Saya belum baca, nih. Dari ringkasannya menarik dan mencerahkan.

  3. @bang Toga: Buku ini berat karena bau filsafatnya kali ya..lah otak saya yang gak seperti proccesor ini gak kuat..hehe tapi bahasanya indah indah, emang bagus buat remaja yang jatuh cinta hehe…

    @Hanna : bagus..baca deh…

    @Udamax: iya da, buku lawas tapi isinya up2 date 🙂

  4. vita brevis, hidup itu singkat. penasaran pengen baca. rekomen ga buat gue?

  5. sungguh cerita yang cukup menyentuh bagi sebuah persahatan dan cinta… ternyata memiliki perbedaan yang tipis…

  6. ezra

    great book, mesti nabung neh kayak nya buat beli buku ny, pegen nyicip filsafat ny,,,btw la_passacaglia comment juga?ckckckck

  7. Ping-balik: Blog ParcelBuku.Com » Blog Archive » Bila Cinta Menggugat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s