Ketika Cinta Harus Memilih

2001.jpg

Judul : Four Seasons in Belgium
Penulis : Fanny Hartanti
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : II, Mei 2007
Tebal : 232 hlm

Buku dengan tema perempuan lengkap dengan kompleksitas percintaan dan karir yang akhir akhir ini saya pilih untuk dibaca. Mengisi senggang dengan bacaan ringan ternyata memang sangat mengasikkan. Coba saja sekali waktu singkirkan dulu sejenak buku buku yang katanya menunjukkan bahwa pembacanya ’berbudaya’ itu. Tak ada salahnya membaca cerita-cerita tentang perempuan yang tangguh seperti yang diceritakan oleh Fanny Hartanti dalam novel perdananya ini.

Four Seasons in Belgium ini lahir dari pemikiran seorang penulis muda yang mengaku tak pernah bermimpi menjadi penulis buku, dan buku ini terinspirasikan oleh kondisinya yang tak memiliki teman curhat di Belgia sana.

Tokoh utama dalam cerita ini adalah Andin, gadis muda yang baru saja dikirim perusahaaanya menjadi ekspat di Belgia. Kehidupan yang mapan, karir yang diprediksikan akan melejit dan menjanjikan, apa lagi yang dicari ??? Semua sudah terasa tercukupkan. Tentu saja Tugas dari perusahaan ini disambut Andin dengan suka cita, karena Andin ingin bertemu lagi dngan kekasihnya, Dave.

Pertemuan tanpa sengaja dengan Dave beberapa waktu lalu masih membuat Andin betul betul mencintai sosok laki-laki cuek dan cerdas ini.

Pandainya Andin menyesuaikan diri membuatnya seerti air mengalir saja di negeri yang baru pertama kali diinjaknya. Persahabatan dengan Nick ; laki laki blasteran Indonesia-Belgia dan Lala teman asal Indonesianya melengkapkan cerita yang disajikan di dalam novel ini.

Andin, gadis mandiri, mapan dan bergaya. Gambaran kehidupan metropolitan, pergi ke pub, dugem, dan shoping begitu detail disajikan di dalam buku setebal 232 hlm ini.

Bila tak ada masalah dalam dunia pekerjaan, lain lagi dengan percintaannya dengan Dave. Andin hamil dan Dave tidak mau terlibat dalam kehamilan Andin, dengan alasan karirnya. Andin kecewa dan berniat menggugurkan kandungannya. Namun seiring berjalannya waktu, Andin mulai mencintai janin di dalam kandungannya. Dia dihadapkan pada dua pilihan ; mempertahankan bayi di dalam kandungannya dengan berbagai konsekwensinya, atau menggugurkannya? Inilah pilihan-pilihan sulit Andin

Karena sebagai seorang perempuan Indonesia, keturunan Jawa, yang belum menikah, kabar kehamilan ini sudah tentu tidak bisa ditanggapi sebagai anugerah.

Beruntung Andin punya sahabat yang baik, Lala dan Nick yang sepenuhnya memberi dukungan kepada Andin. Belakangan Andin tahu’ bahwa Lala adalah lesbian dengan masa lalu yang complicated, dan Nick yang diam diam mencintai Andin.

Di saat Andin memutuskan untuk pulang ke Indonesia dengan membawa serta bayi yang ada dalam kandungannya, Dave datang, memintanya kembali…hampir bersaamaan dengan Nick yang juga memintanya tetap tinggal dan bersedia menjadi ayah dari bayinya.

Lagi-lagi Andin dihadapkkan dengan dua pilihan sulit.

Fanny Hartanti berhasil bercerita dengan sangat menarik, mengajak pembacanya untuk menyimak baik-baik jalan cerita novel sampai tuntas. Meski di tengah jalan ada cerita yang berjalan lambat, namun tak tersendat dan membuat buku ini lantas membosankan.

Ceritanya yang disajikan di dalam buku inipun mengalir lancar dengan alur yang jelas. Pembaca seperti membaca sebuah buku harian yang ditulis dengan elegan. Pembaca sengaja dibuat penasaran bagamana ending novel ini.

Ternyata empat musim yang dihabiskan Andin di negeri selezat cokelat ini berakhir dengan pahit, persis seperti coklat yang melekat di pangkal lidah. (Nai)

Iklan

16 Komentar

Filed under Novel

16 responses to “Ketika Cinta Harus Memilih

  1. aku selalu kesusahan dapet buku chicklit indonesia. jadinya yang kulahap ya reviewnya aja. kayak yang ini nih. *btw, banyak juga blogmu ya nai…*

  2. Hm.. resensinya membuatku memasukkan chiklit ini jadi bekel utk di beli saat mudik nanti..

  3. max

    produktif banget bikin repiyu kalo dah selese baca metropop. Pertahankan produktivitasnya jah

  4. @Kang Lui: Eh suka ciklit jugakah, mangga atuh kang mampir di dieue heula 😀

    @Uda: hehe…mumpung sedang seneng da 😀

  5. dunia memang seperti sekotak coklat, kau harus membukanya satu per satu untuk tau apa isinya

  6. ato jangan2 dirikuh yang disepak pojok karena kebanyakan nyamfah di sini…

    😀

  7. hahah..ketemu Ito lagi,
    sepertinya mesti coba cari buku ini deh 🙂

    salam kenal Unai 🙂

  8. @Toga: hmm begitu yah Lae? hahaha mana pulak mau sepak sepak? sile nyamfah disini…nanti bisa saya sapu kan Lae

    @Jejakkakiku: makasih sudah mampir yah..salam kenal juga

  9. wah mbak, aku baru tau blog kamu yg d wordpress..
    rasanya nambah semangatku buat mbaca-mbaca buku…ternyata mbak kutu buku banget ya..
    mulakno pinter…

  10. @Ardhi: main ke rumah Dhi..banyak buku yang bisa kamu baca 🙂

  11. Senang deh bisa baca uraian Unai tentang buku-buku yang mengasyikkan. Kisah cinta kadang memang ruwet yach…

  12. ketika cinta harus memilih, pedih ya…

    tp lebih pedih lagi, ketika tak juga dipilih oleh cinta.

    weks!

  13. Alhamdulillah … di kotaku ngak ada tang jual, jadi ngak beli he he … apa liku-liku Belgia djadikan latar ceritanya ya?

  14. aku gak pernah beli ciklit hehe ternyata keren juga ya nai. kalo unai yg repiew pasti tuh

  15. @Ni Meiy: tadinya juga gak trtarik beli Ni.tapi gak ada salahnya mencoba baca Ni, mungkin ada satu dua yang uni suka.

  16. Ping-balik: Blog ParcelBuku.Com » Blog Archive » Ketika Cinta Harus Memilih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s