Awas Terjangkit Virus EWA !

nulismudah2.jpg
Judul : Menulis Sangat Mudah
Penulis : Ersis Warmansyah Abbas
Penerbit : Mata Katulistiwa
Cetakan : II, Januari 2007
Tebal : xviii + 184 hlm

Tak sengaja saya menemukan website ’Suhu’ menulis ini saat berselancar di dunia maya. Mengenal beliau dari dekat melalui tulisan-tulisan yang yang di publish di blog pribadinya membuat saya terbangun dari mimpi mimpi panjang selama ini, mimpi untuk bisa menulis dengan baik. Mimpi untuk bisa dikenal dan menghasilkan karya yang diminati orang lain. Ternyata bermimpi saja tidak cukup. Saya seperti ditampar dan disadarkan bahwa bermimpi terus berarti tertidur terus, dan itu sama saja dengan mandul…tidak menghasilkan apa apa.

Buku yang kesemuanya bermuatan motivasi karya Ersis Warmansayah Abbas yang akrab dipanggil EWA ini berisi artikel yang pernah dimuat dalam Harian Radar Banjarmasin. Menurut beliau, ”menulis tidak perlu belajar, berguru, mengikuti kursus, orientasi, penataran, atau apapun namanya, yang terpenting adalah tulis saja apa yang hendak ditulis, pasti jadi tulisan”. Sesederhana itu ?

Iya, sederhana memang kedengarannya, tapi buat saya yang tak piawai menulis ini, tetap saja saya kesulitan dan merasa perlu belajar bagaimana menulis baik dengan memperhatikan kaidah kaidah penulisan juga pemilihan kata yang enak dibaca dan mudah dimengerti. Namun di buku Menulis Sangat Mudah ini, kita tidak akan menemukan cara dan teknik menulis. Lebih substansial, mata kita akan dibuka lebar, dan kita akan dijauhkan dari perasaan minder, tidak percaya diri, takut salah, takut tulisan kita tak ada yang membaca, dan semua ketakutan ketakutan yang lain. Dengan lugas Pak EWA, ’Suhu menulis’ saya ini membagi ilmunya kepada kita, dengan bahasa yang mampu menjadi pecut bagi semangat menulis yang semula mati suri.

Kalau ingin menjadi penulis, bebaskan diri dari belenggu ketakutan, dan agar belenggu takut salah itu tidak menjadi permanen, tidak usahlah belajar menulis dari orang lain. Ajari saja diri sendiri dengan melakukannya, langsung menulis.” hlm 42.

Dengan bahasa yang sangat ringan dan lugas, EWA seakan berbincang lansung dengan kita. Membaca bukunya seolah saya sedang berbicara dan mengutarakan kesulitan-kesulitan saya, dan mendapatkan langsung jawabannya secara kontan. Tak disangka, Dosen FKIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin ini, dengan bahasa ’gaul khas anak muda’ itu kini baru saja berulang tahun yang ke 50. Di usianya yang setengah abad ini, pak EWA telah banyak menulis, baik artikel, puisi, yang dibukukan ataupn tidak. Tak terhitung lagi jumlahnya. Belum lagi tulisan tulisan di website pribadi beliau yang menjadi wadah silaturahim sekaligus ‘tempat curhat’ orang-orang yang ingin menumbuhsuburkan semangat menulis. EWA dikenal sebagai penyebar virus menulis. Dan virus itu akrab dengan sebutan virus EWA.

Penulis gondrong ini pernah mengajar sebagai guru keterampilan jurnasiltik, PMP, dan sejarah SMA Marsudi Luhur Jogjakarta pada tahun 1979-1984. Tak heran bahasa sapa yang digunakan beliau adalah kata sampeyan bukan anda, kau, kamu, atau kalian. Kesan yang saya tangkap bahwa EWA sangat ingin dekat dengan pembacanya. Membuat pembaca merasa akrab, tak berjarak. Sayangnya, buku dengan kemampuan memotivasi yang maha dasyat ini tidak didukung sampul yang menarik. Warna pink yang cukup dominan, membuatnya terkesan genit, pembaca tak tersetrum untuk segera mengetahui isinya. Walaupun ada pepatah don’t judge a book from its cover, namun cover yang baik akan turut menginterprestasikan tulisan di dalamnya.

Membaca buku setebal 184 halaman ini, anda akan terjangkit virus EWA. Silahkan kunjungi website beliau di http://www.webersis.com , dijamin !!! dengan singkat anda akan ketagihan untuk menulis lagi dan lagi. (Nai)

Iklan

19 Komentar

Filed under Self Help

19 responses to “Awas Terjangkit Virus EWA !

  1. He he trims mBak resenser … bangga juo awak mambaconya. Penerbite MATA KHATULISTIWA, distributore Buku Kita. Kumaha atu Neng, setengah abad euy. Makasih ya. Sayang buku cetakan 2 di banyak daerah (TB Gramedia habis tu).

    Ya, Menulis Sangat Mudah, memang. Hati-hati lho, ikut-ikutin nyebarin virus. Belive it or not, we are The Writer.

  2. max

    ini baru virus sehat yg menyehatkan ;))

  3. Pak Ewa…hehehe iya maaf setengah abad..halah, kok seabad tua amat 😛

  4. uda…virus ini menular, hati hati berbahaya

  5. Wah, ketinggalan nih, baru sadar EWA berultah ya?
    Ya, buku itu memang bisa mengerakkan siapa saja yang ingin menulis. Menghilangkan rasa takut. Saya berani tampil di blog juga berkat buku itu.

    Salam.

  6. Salam kenal mbak…
    Saya beli buku itu juga dan udah baca sampai tamat,mungkin sampai 3 kali. Memang bener-bener virus yang baik untuk menulis..

  7. Hanna, terbukti kan Han?

    Sigit, salam kenal kembali..see, bahwa pak Ewa banyak sekali jasanya, beliau itu motivator ulung

  8. Ass,wah pak Ersis emang gurunya sang motivator menulis tuh mba…saya bisa menulis juga berawal dari beliau bahkan punya blog juga berkat virusnya yang membuat saya berani dan nekad menulis tanpa berguru pada siapapun.Pokoke te o pe begete deh buku itu.Sip deh….
    Wassalam.

  9. baru kali ini ketemu virus yg sehat ya nai. kovernya saja toh yg kurang okay? cetakan baru pasti direvisi Pak EWA 🙂

  10. ikutan nimbrung boleh mbak..?
    benar aja yah mbak..kalo dah masuk ke blog EWA pasti kena virus yah…yang bikin jari2 gatel ntuk menari2 dikeyboard,,dan bikin pikiran melayang2 ntuk mencari ide yang akan ditulis..hehehe..

    Aku semenjak ikutan nimbrung di EWA jadi pengen serius ntuk bisa menulis dgn baik..selama ini nulis cuman ntuk hura hura..alias bencanda mulu..:D

    Salam

  11. mega

    eh Iyah..satu lagi..mbak orang Padang juga..?

  12. Saya pikir komentar mba NAI tidak berlebihan. Itu sebuah realitas. Banyak komentar yang serupa telah muncul. Intinya buku tersebut termasuk Surat Buat Kekasih, mampu memberikan solusi, cahaya di tengah kegelapan, kegelisahan di tengah kekalutan, juga ketenteraman, kenyamanan dst. Padahal, kalau mau dikaji lebih dalam, kedua buku tersebut tidak bisa di golongkan termasuk dalam apa. Maka itu, ia termasuk ke dalam aliran Posrmodernisme, dimana modern saja tidak cukup mampu untuk memberikan hal-hal seperti di atas tadi…..selamat ya pak, semoga akan lebih banyak karya lagi.

  13. wah bagus euy buku nya..coba cari ah..

  14. Yaah, benar sekali.virus EWA sangat cepat menularnya. Coba saja bagi Sampeyan yang berjiwa penantang.
    Saya saja baru terkena virus beberapa hari, sudah langsung bisa menularkan ke orang terdekat saya -pasangan hidup-. Dan baru saja saya juga menularkannya ke kawan-kawan yang lain dilingkaran yang lebih luas.
    Silakan coba, benar adanya…

  15. Di Indonesia, banyak penulis-penulis hebat. Di Kalsel sendiri juga tak bisa dihitung dengan jari.
    Tapi, yang muncul dengan virus menulisnya, cuma satu biangnya…EWA…hehe
    Bukunya memang inspiratif banget…dari buku ini saya jadi berani menulis dan dari buku ini juga saya berani menunjukkan siap diri saya sebenarnya…
    Terima kasih buat karya motivatifnya, Pak….

  16. Wah sayang saya belum baca bukunya… 😀

  17. Budi

    he…he Uda trims ya. Ndak dinyano Uda ternyata mampu membangunkan orang-orang yang sudah lamo tertidur & terlena karena bangga akan tugasnya dipedalaman. mampu membuka mato, untuk sadar setelah begitu lama membaca buku Uda Ewa.Uda Ewa jujur nih… setelah mbaca banyak buku Uda ulun merasa betapa jauh tertinggalnya diri ulun selama ini… Trims ya Uda Ewa,Salam.

  18. nenkjuly

    trims ya buat Pak EWA dan Mbak Unai atas ilmunya …harus cepat-cepat terjangkit nih virus. virus yang bikin kita termotivasi terus menerus dan berusaha untuk memberanikan diri mengasah kemampuan di dunia tulis menulis …

  19. Ping-balik: Blog ParcelBuku.Com » Blog Archive » Awas Terjangkit Virus EWA !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s