Daya Cinta Daya

Langit

 

Judul Buku : Langit Penuh Daya
Penulis : Dewie Sekar
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan  : Februari 2008
Tebal : 360 hlm.
Keterangan : Dibeli di Gramedia Malioboro Mal

 

Ini novel Dewie Sekar yang pertama saya baca. Kalau seseorang memilih bacaan atas pertimbangan cover, judul,  atau penulisnya….saya adalah pemilih kesemuanya. Ketertarikan saya atas buku ini betul betul komplit. Secara tampilan, sampul novel ini jelas memikat ; bergambar perempuan dengan rambut tergerai dibalut kaus ungu, meniupkan entah serbuk entah bunga-bunga kecil warna warni. Judul novel inipun menarik “ Langit Penuh Daya” sepintas yang ada di benak saya adalah langit atau angkasa yang dipenuhi daya yang memesona. Dan… Penulisnya tenar tidak hanya di jagad Blog ini jelas membuat saya ingin tahu banyak  apa yang menginspirasinya sehingga mampu menelurkan buku yang  renyah namun kaya rasa ini.

 

 

Novel ini menceritakan tentang persahabatan Princess Dayana (Daya) dan Langit, mereka bertetangga  sejak remaja. Bagi Langit, Daya adalah cewek yang asik, pun sebaliknya bagi Daya, Langit adalah sahabat yang konyol sekaligus care. Meski sejak awal Daya dan Langit saling tertarik, namun Daya kekeuh, ingin membuktikan bahwa persahabatan mereka pure persahabatan. Tidak ada keterlibatan hati di dalamnya, meskipun Daya menipu diri sendiri dengan sekuat tenaga menekan perasaannya agar tidak sampai jatuh cinta pada Langit. Daya menyembunyikan cintanya untuk Langit dengan rapi.

 

Daya tidak pernah benar-benar menyediakan ruang hatinya untuk lelaki manapun. Sampai akhirnya perkenalan dengan Yusa Dermaga, seorang arsitek yang bekerja sebagai disain interior dan taman membuat Daya mulai merasa ada yang berbeda di hatinya, namun tak begitu yakin akan perasaannya.

 

Bagi Langit, Daya adalah keranjang sampahnya. Tempat ia memuntahkan segala kegalauan atas retaknya hubungannya dengan Dian. Dan…sebagai sahabat yang baik, Daya bersedia memata-matai Dian, kekasih Langit yang dengan tiba-tiba memutuskan hubungan tanpa sebab.  Bersama Lee sepupunya, Daya diajak ke Semarang, menemui Dian, menanyakan sebab Dian memutuskan cinta Langit.

 

Sementara Langit tinggal di hotel, dan Lee di rumah sahabatnya, Daya mengatur waktu bertemu dengan Dian di Simpang Lima. Setelah bertemu, Daya diajak ke rumah kost Dian yang berada tak jauh dari tempat mereka pertama bertemu. Di sanalah kemudian Dian mengatakan bahwa perasaannya terhadap Langit telah berubah, semua karena Langit yang selalu mengistimewakan Daya. Dian cemburu pada Daya.

 

Merasa menjadi penyebab retaknya hubungan Langit dan Dian, Daya  terpuruk dalam perasaan bersalah dan tanya. Di sinilah letak keseruan novel ini. Meski tertebak endingnya namun novel ini sungguh mengaduk aduk perasaan. Mampu membuat pembaca ikut merasakan apa yang dirasakan Daya, mampu membuat pembaca menjadi Dian, atau bahkan meghadirkan Langit seolah nyata.

 

Tolong ajari aku mengendalikan rindu
Yang meliar bagai perdu di padang hatiku
Cinta lama yang bertahun-tahun kutebas
Sepertinya selalu menolak meranggas
Akarnya yang keras menghujam terlalu dalam
Menembus dunia kelam tempat hasratku bersemayam

Tolong ajari aku menterjemahkan pahit
Yang perih menggigit tiap mataku menatap langit
Ke mana saja kupalingkan kepala
Ia selalu ada
Menyungkup semesta
Kucintai birunya dengan cinta paling purba
Kudamba jingga senjanya dengan rindu tanpa jeda
Sementara jarak tetap saja membentang
Panjang
Menggerus tahun-tahun lengang

Tolong ajari aku berhenti bermimpi
…kini
Sebab padang hatiku terlalu sunyi
Untuk kutinggali
Sendiri
Jemu menjamu sejoli pembunuh rindu
-jarak dan waktu-
Berharap mereka segera menerkamku
Dan mengakhiri kesia siaan ini.

 

Dan…. membuat saya lebih menyukai novel ini adalah puisi Mencintai langit ini…Selamat berkarya Mak…maafkan saya yang ingkar janji. Novel ini memang  layak diapresiasi.  (nai)

Iklan

5 Komentar

Filed under Novel

5 responses to “Daya Cinta Daya

  1. fa

    setuju banget deh, novel ini memang renyah 😀 *saya mbaca sampe diulang* =))

  2. max

    wah… pasti bagus jah 😀

  3. putirenobaiak

    aku juga ingin sekali beli buku-buku dewie, belum kesampaian, mayan baca reviewnya dulu.

  4. @Fa : Tebal tapi nggak terasa lelah yah

    @Damax: wah iya yah

    @NiMeiy : Aku aja baru Daya ini yang dibaca Ni, yang lainnya belum, besok2 pasti baca deh

  5. Ping-balik: Blog ParcelBuku.Com » Blog Archive » Daya Cinta Daya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s